Powered by Blogger.
Showing posts with label Orang. Show all posts
Showing posts with label Orang. Show all posts

Thursday, May 30, 2013

Dukungan Orang Tua Kepada Anak yang Masuk PAUD

0 comments


Saat anak menginjak usia 3 tahun, maka anak sudah mulai harus mengenal dunia sosial di luar keluarganya.
Sekarang telah banyak lembaga yang menyelenggarakan pendidikan bagi anak usia dini (PAUD) yang bertujuan agar anak-anak bisa berinteraksi dengan teman-teman sebayanya, mengenal lingkungan di luar rumah seperti sekolah, toko, dan jalan raya.
Anak akan mengetahui posisinya di lingkungan sosial. Misalnya mengenai struktur di sekolah, ada kepala sekolah, guru, dan siswa dengan demikian anak akan mengetahui siapa dirinya di lingkungan sekolah melalui kewajiban-kewajiban yang harus dilakukannya.<
Hal terpenting saat anak mulai memasuki pendidikan usia dini dalam sebuah lembaga formal adalah mereka belajar mengenai disiplin. Anak akan membangun urutan kegiatannya setiap hari
dari sejak bangun tidur sampai berangkat sekolah melalui rutinitas yang dijalaninya sejak mereka mempunyai status sebagai siswa di sebuah PAUD.
Banyak sekalii hikmah yang bisa anak dapatkan saat mereka menjadi bagian dari dunia sekolah. Belajar menghargai orang lain, minimal dengan teman sekelasnya anak Anda bisa berbagi bekal makanan yang di bawa dari rumah.
Sebagai orang tua, Anda tetap mempunyai kewajiban mendampiginya selama di PAUD. Anda bisa perhatikan perkembangan sosialisasi anak Anda melalui interaksi dengan teman-temannya.
Sistem pendidikan di PAUD merupakan kerjasama antara orang tua, anak, dan guru.
Sinergitas yang kooperatif dari orang tua dalam mendukung anak dalam pendidikan akan menghasilkan anak yang memiliki kecerdasan sosial yang baik. Yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk memberi support kepada anak sebelum berangkat sekolah PAUD:
1. Membangunkannya antara 1-2 jam sebelum berangkat ke PAUD, agar anak tidak terlalu shock untuk segera pergi ke PAUD.
2. Agar badannya segar, ajak anak untuk mandi. Untuk mengantisipasi anak kedinginan, Anda bisa menggunakan air hangat untuk mandi.
3. Setelah memakai baju, berikan wewangian bayi atau anak-anak yang soft cocok untuk buah hati Anda. Wewangian ini bertujuan agar anak excited dan semangat pergi ke sekolah.
4. Berikan sarapan yang sehat dan bergizi.
5. Buat suasana persiapan sebelum barangkat ke PAUD menjadi suasana yang menyenangkan
agar anak merasa mempunyai dukungan dari orang tua.


Sumber: Kumpulan Artikel Bayi

Oleh: Baju Bayi Blessing

Wednesday, May 29, 2013

Perlunya Pengetahuan Parenting Bagi Orang Tua

0 comments


Untuk membentuk karakter orang tua uggulan maka harus ada faktor-faktor yang mendukung keberhasilan menjadi orang tua diantaranya banyak membaca buku mengenai masalah pendidikan anak, perkaya informasi parenting melalui browsing di internet, dan melalui diskusi-diskusi seminar dengan tema keluarga.

Pentingnya pengetahuan parenting ini harus menjadi kebutuhan bagi setiap orang tua karena akan menentukan tumbuh kembang anak ke depannya. Saat ini banyak seminar-seminar mengenai parenting, seminar tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi orang tua dalam memberikan pendidikan dan pengertian kepada anak.

Seiring dengan perkembangan waktu dan zaman, maka anak Anda tentunya akan sangat berbeda sekali zamannya dengan Anda ketika kecil.

Banyak fasilitas gadget yang telah menggeser permainan tradisional. Anak-anak lebih tertarik pada permainan play station sampai mereka lupa makan dan belajar karena keasyikan main. Selanjutnya dari segi komunikasi, anak-anak lebih menyukai berkomunikasi melalui jejaring sosial seperti twitter dan facebook.

Semua fenomena seperti ini harus diketahui dampak positif dan negatifnya oleh orang tua serta bagaimana dampaknya bagi tumbuh kembang anak.

Anda sebagai orang tua harus mempunyai strategi berkomunikasi yang baik dengan anak agar mereka merasa nyaman dengan Anda saat berkomunikasi, Anda memposisikan diri sebagai temannya sehingga anak dapat dengan terbuka mengungkapkan perasaannya kepada Anda.

Hal ini perlu dilakukan agar anak tidak cenderung lebih terbuka kepada orang lain apalagi jika anak Anda lebih nyaman menggungkapkan komunikasinya melalui jejaring sosial, Anda harus lebih intens lagi untuk membangun komunikasi dengan anak-anak. Dengan demikian pengetahuan parenting sangat baik sekali untuk diketahui oleh orang tua.




Sumber: Kumpulan Artikel Bayi

Oleh: Baju Bayi Blessing

Tuesday, May 14, 2013

Pendidikan bagi Ibu dan Orang tua

0 comments
admin March 28th, 2009

Seorang ahli pendidikan bertanya pada tiga orang ibu yang ditunjuk dari para peserta sebuah pelatihan.

Ahli pendidikan (AP) : ”Misalkan suatu pagi Anda sedang menyiapkan roti bakar untuk sarapan suami Anda, tiba-tiba telepon berdering, anak Anda menangis, dan roti bakar jadi hangus. Lalu suami Anda berkomentar : ‘Kapan kamu akan belajar memanggang roti tanpa menghanguskannya?’ Kira-kira, bagaimana reaksi Anda?”
Ibu 1 : ”Langsung saya lemparkan roti itu ke mukanya!”

Ibu 2 : ”Saya akan katakan padanya, ‘Bangun dan bakar sendiri rotinya!”

Ibu 3 : ”Saya rasa saya akan menangis.”

AP : ”Lalu bagaimana perasaan Anda terhadap suami Anda?”

Semua : ”Marah, benci, dan merasa dianiaya.”

AP : ”Mudahkah bagi Anda untuk menyiapkan roti bakar lagi pagi itu?”

Semua : ”Tentu saja tidak.”

AP : ”Dan jika suami Anda pergi bekerja, akan mudahkah bagi Anda untuk membereskan rumah dan belanja kebutuhan sehari-hari dengan lapang dada?”

Ibu 1 : ”Tidak. Saya akan merasa sumpek sekali sepanjang hari.”

Ibu 2 : ”Saya tidak akan membeli apapun untuk keperluan rumah hari itu.”

AP : ”Katakanlah bahwa roti itu memang hangus. Tetapi suami Anda mengatakan kepada Anda, ‘Tampaknya pagi ini kamu lelah ya… telepon berdering, anak menangis, dan sekarang roti hangus’, kira-kira apa reaksi Anda?”

Ibu 1 : ”Saya tidak percaya bahwa yang berbicara itu adalah suami saya.”

Ibu 2 : ”Saya akan merasa bahagia.”

Ibu 3 : ”Saya akan merasa senang, dan saya fikir,saya akan memeluknya.”

AP : ”Mengapa Anda gembira? Bukankah anak tetap menangis, telepon berdering, dan roti sudah hangus..?”

Semua : ”Saya tidak akan peduli dengan semua itu.”

AP : ”Lalu apa yang berbeda kali ini?”

Ibu 1 : ”Saya merasa suami saya baik sekali, karena tidak menyalahkan saya, melainkan memahami perasaan saya. Dia berpihak pada saya, bukan memusuhi saya.”

AP : ”Jika suami Anda pergi bekerja, akan mudahkah bagi Anda untuk melakukan tugas-tugas rumah tangga?”

Ibu 2 : ”Saya akan melaksanakan tugas-tugas saya dengan senang hati.”

AP : ”Sekarang, mari kita bicara tentang suami tipe ketiga. Setelah roti itu hangus, ia memandang istrinya sambil mengatakan, ‘Nih, saya ajari kamu cara membakar roti!”’

Semua : ”Tidak. Suami macam itu lebih buruk lagi dari yang pertama, sebab ia menganggap saya dungu.”

Saat itu, ahli pendidikan itu mengatakan : ”Bagaimana kalau apa yang suami Anda lakukan kepada Anda itu, Anda lakukan kepada anak Anda?”

Ibu 1 : ”Sekarang saya mengerti tujuan Anda membuka dialog ini. Saya memang selalu mengkritik anak saya, tanpa saya sadari. Saya selalu mengatakan, ‘Kamu sudah besar, sudah harus tahu bahwa apa yang kamu lakukan itu salah’. Saya sekarang tahu mengapa ia marah dengan kata-kata saya.”

Ibu 2 : ”Saya juga selalu mengatakan, ‘Biar saya tunjukkan padamu cara melakukan ini dan itu.’ Dan sering kali anak saya marah saat mendengarnya.”

Ibu 3 : ”Saya sering mengkritik puteri saya hingga hal itu menjadi hal yang biasa bagi saya. Dan saya sering mengulang-ulang kalimat yang dulu diucapkan ibu saya kepada saya, jika memarahi saya, saat saya kecil. Dulu, saya juga sangat tidak suka mendengar ibu mengatakannya.”

AP : ”Kalau begitu, mari kita cari tahu yang mungkin kita pelajari dari kasus roti hangus ini. Apa yang membantu mengubah perasaan Anda dari benci menjadi senang terhadap suami Anda?”

Ibu 1 : ”Saya yakin sebabnya adalah karena suami tidak menyalahkan saya,tetapi dia memahami perasaan saya.”

Ibu 2 : ”Tanpa mencela saya.”

Ibu 3 : ”Tanpa mendikte saya.”

Setelah sampai pada yang dituju, ahli pendidikan itu mengatakan, “Sekarang Anda semua mengerti bahwa apa yang Anda inginkan dari suami Anda, itulah yang diinginkan pula oleh anak-anak kita dari kita : PENGERTIAN dan EMPATI”.




Sumber: Balita Cerdas

Oleh: Baju Bayi Blessing

 

baju bayi blessing Copyright 2008 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipiet | All Image Presented by Tadpole's Notez