Powered by Blogger.

Tuesday, May 28, 2013

Perlukah Setiap Permintaan Anak Dipenuhi?

0 comments
 Setiap orang tua pasti akan menyayangi anaknya. Sebagai wujud kasih sayangnya itu, orang tua akan berusaha memberikan yang terbaik bagi anaknya. Orang tua akan memenuhi setiap permintaan anaknya sesuai dengan kemampuan maksimal yang dimiliki orang tua. Dengan begitu, anak akan merasa bahagia dan senang keinginannya selalu terpenuhi dengan mudah.

Akan tetapi dibalik itu semua sebenarnya Anda telah menanamkan sifat lemah kepada anak saat mereka beranjak dewasa. Tanpa mengurangi kebahagian anak, Anda sebagai orang tua memang memiliki kewajiban memenuhi segala kebutuhannya namun harus ada nilai moral yang harus Anda berikan kepada anak di samping memberikan barang-barang kesukaannya.


Dengan selalu memberikan kemudahan kepada anak atas segala permintaannya maka selanjutnya anak akan mengandalkan orang tua selamanya untuk memenuhi segala kebutuhan.


Anak akan mudah kecewa jika suatu saat keinginannya tidak terpenuhi karena biasanya mereka selalu terpenuhi keinginannya. Selain itu, anak tidak belajar mandiri karena mereka menganggap untuk memnuhi kebutuhannya tidak memerlukan usaha yang keras sebab ada orang tua yang menanggungnya.


Untuk menghindari hal demikian, maka Anda bisa memberikan nasehat kepada anak yang disampaikan secara ringan misal saat berkumpul makan dan menonton TV.


Atau bisa juga Anda tanamkan kebiasaan menabung kepada anak, dengan begitu Anda mengajarkan mandiri dan pengertian berusaha untuk mengumpulkan uang agar bisa membeli barang yang diinginkannya.


Dengan membiasakannya menabung akan mengajarkan kepada anak tentang pengelolaan uang dan berlaku hemat dalam menggunakannya.


Selain itu, harus diberi tahu pula tentang skala prioritas pemenuhan kebutuhan. Mana yang didahulukan jika anak menginginkan barang mainan sedangkan buku tulisnya telah habis ? Maka Anda harus memberikan masukan bagi anak untuk memilih barang yang lebih penting bagi sekolahnya, dengan memberikan pengertian seperti itu dijamin anak Anda akan selalu mempertimbangkan setiap keinginannya dengan kebutuhan dasarnya.


Pendidikan moral yang Anda sampaikan kepada anak harus dengan metode yang halus dan tidak bersifat kasar atau membentak-bentaknya agar bisa sesuai dengan yang Anda harapkan tetapi Anda sampaikan dengan tetap memberikan ketenangan kepada anak bahwa Anda akan memenuhi keinginannya, akan tetapi dengan catatan Anda meminta mereka harus rajin belajar dan mengerjakan PR, Secara tidak langsung anak akan memaknai take and give diantara dirinya dan orang tua.



Sumber: Kumpulan Artikel Bayi

Oleh: Baju Bayi Blessing

Kiat-kiat agar Anak suka sayuran

0 comments

Tidak sedikit kalangan ibu-ibu yang sering mengeluhkan anaknya tidak mau makan sayuran. Padahal banyak kandungan vitamin yang bermanfaat bagi pertumbuhannya.


Vitamin A yang terdapat pada wortel akan membantu kejernihan mata anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Lantas bagaimana agar anak-anak mau memakan sayuran?


Berikut ada beberapa kiat yang bisa Anda lakukan agar sang anak tertarik untuk menyantap sayuran.


1. Saat acara makan bersama tunjukkan minat orang tua terhadap sayuran. Ini sangat efektif karena anak cenderung akan meniru apa yang orang tuanya lakukan.


2. Tambahkan sayuran ke dalam makanan favorit anak Anda. Misalnya anak Anda sangat menyukai nasi goreng, maka tambahkan sayuran pada nasi goreng tersebut.


3. Ajak anak untuk berbelanja sayuran ke swalayan. Biarkan anak untuk memilih sayuran yang ia mau,biasanya hal demikian akan memudahkan anak untuk memakan sayur karena ia yang telah memilih apa yang akan dimakannya.


4. Campurkan kaldu pada sayuran agar dirasakan lebih gurih oleh anak.


5. Sekali-kali berikan motivasi melalui bacaan cerita atau dongeng yang mengisahkan tentang manfaat sayuran.


6. Libatkan anak saat memasak sayuran. Dengan suasana yang menyenangkan anak akan lebih bersemangat mencoba hal-hal yang baru di dapur, namun orang tua harus lebih mengawasinya agar tidak melakukan hal-hal yang membahayakannya selama di dapur.


7. Tetap bersabar jika anak tidak mau makan sayur, terus dicoba akan tetapi jangan memaksanya. Justru dengan semakin dipaksa, anak akan semakin menghindari sayur dan menjauhinya.


8. Variasi dalam memasak. Perlu disiasati pula dalam memasak sayuran agar anak tertarik untuk memakan sayuran. Misalnya Anda mencampurakannnya dengan telor dadar.


9. Kreatifitas menghiasi makanan anak dengan sayuran. Anda bisa membuat wajah di piring nasi goreng anak dengan mata dari kacang polong, rambut dari bayam, bibir dan hidung dari wortel, dan telinga dari bunga brokoli. Tentu hal ini akan menarik perahatian anak dan mereka terdorong untuk memakannya karena bentuknya yang lucu.


Selamat mencoba

Sumber: Kumpulan Artikel Bayi

Oleh: Baju Bayi Blessing

Monday, May 27, 2013

Manfaat Baby Oil

0 comments

Setiap Ibu pasti sdh tau apa manfaat dari Baby Oil, diantaranya :

1. Mengurangi Lecet di pangkal paha Bayi, terutama buat bayi yg baru lahir yg frekuensi BAB dan pipisnya gak beraturan. Berdasarkan pengalamanku pada saat Bagas anak ke 2 ku, aku gak pernah kasih dia baby talk pada bagian pangkal pahanya, sehabis mandi atau BAB atau pipis aku pakai tisyu basah untuk membersihkannya kemudian aku oleskan baby Oil dibagian lipatan pangkal pahanya.


2. Selain dibagian pangkal pahanya Baby Oil juga bisa di oleskan dibagian lipatan kulit lainnya untuk mengurangi Iritasi terutam dibagian lipatan lengan dan leher bayi .


3. Baby Oil juga baik untuk menghilangkan hitam-hitam dikepala bayi atau yg biasa aku sebut " Tai lutung " caranya cukup oleskan pada kepala bayi seperti memakaikan minyak rambuat tiap pagi dan sore hari setiap bayi habis mandi.


Satu lagi Baby Oil harus Diperkaya dengan ekstrak Linden yang menenangkan dan vitamin E. biar bisa memberi manfaat lebih buat baby kita.



Sumber: Kumpulan Artikel Bayi

Oleh: Baju Bayi Blessing

Memilih Buah untuk Anak

0 comments
Buah merupakan salah satu asupan nutrisi yang baik bagi anak-anak. Bagi anak Anda yang masih bayi dan baru menginjak usia 6 bulan, inilah fase yang tepat bagi Anda untuk mengenalkan buah-buahan kepada mereka. Mengingat pencernaan anak-anak masih dalam tahap adaptasi terhadap makanan yang masuk selain air susu ibu sehingga pencernaan anak usia 6 bulan belum kuat untuk menerima buah-buahan yang keras dan memiliki rasa asam yang tinggi.
Memilih buah-buahan untuk anak harus yang mempunyai rasa manis dan kaya nutrisi. Buah yang aman dikonsumsi untuk anak-anak diantaranya buah pisang sunripe dan ambon. Pisang dengan kandungan vitamin A, fosfor, dan asam folat akan bermanfaat bagi pertumbuhan anak Anda.

Selain itu pisang juga dipercaya untuk melancarkan pencernaan anak. Selain pisang, Anda bisa memilihkan buah apel untuk anak. Apel memiliki kelebihan yakni mengandung vitamin C, A, kalium, kalsium, magnesium, dan antioksidan.

Semua kandungannya tersebut akan membantu anak Anda menigkatkan imunitas tubuhnya terhadap serangan penyakit. Tetapi harus diingat pilihlah apel yang tidak keras dan rasanya manis.
Buah yang bisa menjadi pilihan Anda adalah buah labu. Buah ini memiliki kekayaan serat yang tinggi sehingga bermanfaat bagi pencernaan bayi saat buang air besar. Di samping itu buah labu juga tidak keras sehingga bayi usia 6 bulan atau anak yang belum sempurna pertumbuhan giginya bisa mencerna buah labu ini.

Agar anak lebih menyukai buah labu, biasanya ada beberapa orang tua yang mengolahnya menjadi bubur sehingga anak-anak lebih menyukainya.


Di samping buah-buahan di atas yang aman untuk anak-anak, ada pula buah-buahan yang harus Anda hindarkan dari menu buah-buahan untuk anak. buah tersebut diantaranya buah durian. Pencernaan anak-anak belum siap untuk menerima zat-zat keras yang terkandung dalam durian, jika dipaksakan dimungkinkan mereka akan muntah.
Selanjutnya buah yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh anak-anak adalah buah nanas, jeruk, dan stawbery yang memiliki tingkat rasa asam yang tajam dan hal seperti ini akan membahayakan pencernaannya.

Sumber: Kumpulan Artikel Bayi

Oleh: Baju Bayi Blessing

Sunday, May 26, 2013

Jajanan Bagi Anak

0 comments
Masa kanak-kanak merupakan masa ingin mencoba semua makanan apalagi makanan yang berwarna-warni akan membuat anak-anak tertarik untuk membeli dan memakannya.

Namun yang perlu diperhatikan adalah kandungan gizi pada makanan yang dibeli.

Orang tua jangan menganggap asal anak senang, jajanan apapun yang diinginkan oleh anak maka Anda sebagai orang tua akan membelikannya.
Padahal Anda tidak tahu komposisi yang membentuk makanan tersebut. Anda harus kritis dan selektif saat memilihkan jajanan untuk anak. Saat ini banyak sekali zat-zat berbahaya yang dicampurkan dalam makanan dan sangat mengerikan jika anak Anda mengkonsumsinya. Berikut ada beberapa tips memilih jajanan yang sehat bagi anak :Anda bisa membedakan antara makanan yang berwarna yang mencolok dan tidak. Jika ada makanan yang warnanya mencolok dan mengkilat maka sudah dipastikan makanan tersebut menggunakan pewarna makanan. Biasanya pewarna terdapat dalam jajanan snack atau makanan ringan.
2. Lakukan tester/mencoba rasanya. Kesensitifan lidah akan mendeteksi jajanan tersebut berbahaya atau tidak. Apabila lidah Anda merasakan rasa makanan yang tajam dan tidak biasanya dari makanan yang lainnya , seperti rasa manis atau gurih yang berlebihan dan diakhiri dengan rasa agak pahit. Makanan yang seperti itu tidak baik untuk dikonsumsi.Apabila makanan sudah tercium bau apek atau tengik, maka makanan tersebut sudah kadaluarsa dan terkontaminasi oleh jamur. Untuk mengetahuinya Anda bisa cek di kemasan makanan mengenai data kadaluarsanya. Makanan semacam itu tidak direkomendasikan untuk dibeli dan dimakan.Baca dengan teliti komposisi makananannya apakah ada bahan-bahan
yang berbahaya bagi kesehatan atau tidak.
5. Agar lebih yakin terhadap kualitas makanan, maka Anda bisa mengeceknya dengan melihat izin BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
Oleh karena itu orang tua harus berperan aktif dalam mengawasi jajanan yang dikonsumsi oleh anak. Namun jika anak Anda sudah sekolah, tentu pengawasan yang dilakukan akan berbeda. Anda dapat membekali anak sebelum berangkat sekolah dengan air mineral, jus buah, atau berupa makanan berupa roti isi daging dan sayur, dsb serta makanan lainnya yang sudah
Anda pilih kualitasnya yang baik bagi kesehatan anak.


Sumber: Kumpulan Artikel Bayi

Oleh: Baju Bayi Blessing

Mendampingi Bayi Bermain

0 comments

Memiliki bayi yang cerdas dan aktif dalam merespon situasi lingkungan di sekitarnya merupakan kebanggaan tersendiri bagi Anda sebagai orang tuanya. Untuk membentuk karakter seperti itu diperlukan usaha dari orang tua pula dalam memberikan stimulus kepada bayi berupa rangsangan-rangsangan yang dapat menggerakkan otak bayi untuk mengolah informasi dan memberikan responnya.
Tentu bayi akan senang jika diberikan stimulus yang sesuai dengan dunianya yang mulai tertarik dengan permainan. Namun Anda sebagai orang tua jangan asal memberikan mainan yang tidak ada nilai edukasi bagi pertumbuhannya. Apalagi jika Anda sangat disibukkan oleh rutinitas kerja di luar rumah, Anda akan memberikan mainan apapun asalkan anak anteng dan tidakrewel.
Semua kebiasaan seperti itu perlu Anda buang, karena yang terpenting bukanlah jenis permainannya yang mewah dan modern tetapi bimbingan Anda selaku orang tua dalam mendampingi bayi bermain. Barang-barang permainan hanyalah benda mati dan pasif, maka di sinilah peran Anda untuk menjadikan permainan tersebut sebagai media penstimulus otak
bayi agar aktif dan responsif.
Jenis barang permainan untuk bayi tidak perlu mahal, bahkan jika Anda kreatif, Anda bisa memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah sebagai media perangsang perkembangan otak bayi. Saat bayi main, Anda pun sebaiknya terlibat langsung dengan bayi agar terjadi kedekatan interaksi antara bayi dan orang tua.
Bayi yang menginjak usia 6 bulan sangat besar rasa ingin tahunya sekaligus tertarik pula untuk bermain. Sebagai penarik perhatian bayi, pilih barang permainan yang berwarna-warni dan berbunyi. Selanjutnya Anda bisa berstrategi dengan cara menyembunyikan mainan, hal ini akan membuat penasaran bayi untuk mencari mainannya yang Anda sembunyikan. Bermain memindah-mindahkan permainan dari satu wadah ke wadah yang lain, atau belajar menendang, menangkap benda, dsb.
Jenis permainan yang seperti ini akan melatih saraf motorik bayi untuk menyeimbangkan antara gerakan anggota tubuh dan matanya. Kemudian untuk melatihnya mengeluarkan suara, Anda bisa mengajaknya berbicara dengan kata-kata sederhana dan pendek, agar bayi bisa
langsung menirukannya.
Masih banyak lagi kegiatan bermain yang bisa Anda lakukan dengan bayi yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan otaknya.


Sumber: Kumpulan Artikel Bayi

Oleh: Baju Bayi Blessing

Saturday, May 25, 2013

MEMAHAMI KECERDASAN EMOSI ANAK

0 comments

MEMAHAMI KECERDASAN EMOSI DAN KEMANDIRIAN ANAK


Adalah bentuk kecerdasan yang merupakan kemampuan untuk memahami dan bertindak bijaksana dalam menghadapi atau berhubungan dengan orang lain. EQ atau kecerdasan sosial  ini terkait dengan otak kanan yang berhubungan dengan emosi, daya kreasi, empati dsb.


Daniel Goleman membagi 5 wilayah kecerdasan emosi menjadi:ΕΎ


1.  Kemampuan seseorang untuk mengenail emosi pribadinya sehingga tahu yang menjadi kelebihan dan kekurangannya. Kemampuan ini adalah yang paling utama dari 4 kemampuan lainnya. Cara melatih kecerdasan emosi pada anak adalah dengan mulai meningkatkan pembincangan mengenai emosi terhadap  anak, memperkenalkan  emosi yang ada atau yang dirasakan oleh anak. 


2. Kemampuan seseorang untuk mengelola emosinya tersebut. Keuntungannya mampu lebih cepat menguasai perasaan dan kembali membangkitkan emosi yang normal.


3. Kemampuan seseorang untuk memotivasi guna memberikan dorongan maju kepada dirinya sendiri. Ciri-ciri: anak tidak mudah hancur, tidak mudah mengeluh, lebih rapi, lebih bahagia, lebih bisa berhubungan dengan orang lain dan sebagainya.


4.  Kemampuan seseorang untuk mengenal emosi dan kepribadian orang lain. Dapat mengenali emosi apa yang sedang dirasakan oleh orang lain, sehingga dapat pula berempati tanpa harus ikut terhanyut dalam perasaan orang lain.


5.  Kemampuan seseorang untuk membina hubungan baik dengan pihak lain. Dalam membina hubungan dengan orang lain diperlukan prinsip yang teguh dan kuat.Anak diajarkan tidak takut untuk menjadi berbeda dengan orang lain dalam hal-hal tertentu, jangan selalu mengalah/ berkorban untuk kepentingan orang lain.


Aspek - Aspek Kecerdasan Emosi           


Merupakan kemampuan untuk mengatur dan mengendalikan emosi diri sendiri, yang berarti memiliki fleksibilitas dalam berhubungan dengan orang lain            


Merupakan kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain, bergaul dan membaur dengan orang lain           


Merupakan kebutuhan untuk hidup dalam pembaharuan dalam kelompok bersama dengan orang lain,  lebih pada pemahaman dan saling menguntungkan.            


Merupakan  kebutuhan untuk menerima segala konsekuensi dari apa yang akan, sedang dan sudah dilakukannya.            Merupakan kemampuan mengenal diri sendiri dan orang lain sehingga individu itu mempunyai keyakinan yang kuat dalam melakukan tugas tanggung jawabnya.           


Merupakan kebutuhan untuk mengatur dirinya  sendiri tanpa dipengaruhi oleh kekuasaan orang lain.


Tips untuk Mengembangkan Kemandirian Anak


• Dorong anak agar mau melakukan kegiatannya sendiri ketika mereka sudah mulai mampu melakukannya


• Beri kesempatan anak untuk bermain sendiri tanpa harus ditemani


• Dorong anak untuk bisa mengungkapkan ide dan perasaannya


• Mulailah mengajak anak untuk mengurus rumah ketika anak mulai memiliki ketertarikan terhadap pekerjaan orang dewasa


• Dorong anak untuk mengatur jadwalnya sendiri ketika anak telah memahami konsep waktu


• Tidak melebel anak dengan julukan yang negatif


7 TIPS MENJADI ORANG TUA YANG IDEAL


Menyediakan waktu untuk anak Berkomunikasi secara pribadi Menghargai anak Mengerti anak Menciptakan hubungan yang baik Berikan sentuhan / kedekatan fisik dan kontak mata Dengarkan anak ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPANNYA“Jika anak dibesarkan dengan Celaan maka ia belajar Memaki”“Jika anak dibesarkan dengan Kekerasan maka ia belajar jadi Tukang Pukul”“ Jika anak dibesarkan dengan Kasih Sayang dan Persahabatan maka ia belajar Menemukan Cinta Dalam Kehidupannya


Sumber: Dunia Psikologi Anak dan Orang Tua

Oleh: Baju Bayi Blessing

 

baju bayi blessing Copyright 2008 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipiet | All Image Presented by Tadpole's Notez